Parlementaria

Tanggapi Aset Terbengkalai, Sapto Meminta Pemprov Kaltim Galakkan Pembangunan Jangka Panjang

KOTAKU, SAMARINDA-Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) Sapto Setyo Pramono menuturkan pembangunan sejumlah aset yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam jangka panjang perlu berkelanjutan.

“Proyek gedung milik Pemprov Kaltim ini harus dipikirkan saat awal secara jangka panjang, karena ini aset daerah yang akan digunakan untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Sapto menyebutkan aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan gedung yang dimiliki oleh Pemprov Kaltim yaitu estetika, mutu serta kegunaan.

Dia juga memberikan usulnya agar fasilitas ramah lingkungan ada di gedung tersebut, misalkan pengolahan air limbah serta penghematan energi.

“Proyek gedung Pemprov Kaltim juga harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan, terutama mengenai pengadaan barang dan jasa pemerintah,” ujar Sapto.

Sapto juga meminta agar proyek ini tak mengakibatkan masalah masa yang akan datang serta bisa diselesaikan berdasarkan waktu yang telah ditetapkan.

“Kami dari Komisi II DPRD Kaltim akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap proyek gedung Pemprov Kaltim ini, agar dapat berjalan sesuai dengan rencana dan anggaran yang telah ditetapkan,” tutur Sapto.

Sejumlah aset yang dimiliki oleh Pemprov yang tidak terpakai maupun tak dipakai dengan optimal juga jadi sorotan legislator Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Aset-aset tersebut di antaranya Bandara Temindung, Hotel Atlet, serta Stadion Palaran.

“Hotel Atlet yang dibangun untuk PON XVII tahun 2008 lalu sekarang menjadi aset tidur. Padahal, hotel ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, misalnya sebagai tempat menginap masyarakat umum atau sebagai pusat pelatihan atlet,” tutur Sapto.

Dia menyebutkan Hotel Atlet yang ada di daerah Sempaja itu memiliki fasilitas lengkap. Fasilitas yang tersedia di antaranya ruang makan, kamar, dan ruang rapat. Namun hotel ini sekarang sudah tidak dipakai dan tidak lagi diperhatikan.

“Hotel Atlet ini merupakan aset yang sangat berharga, tapi sayangnya tidak dimanfaatkan,” ujarmya.

Dia berharap Pemprov Kaltim dapat mencari solusi supaya hotel ini dapat bermanfaat untuk masyarakat.

Sapto juga menyebutkan aset tak dipakai milik Pemprov Kaltim itu menjadi bukti ketidakberhasilan dalam perencanaan pembangunan.

Pemprov Kaltim diminta lebih berhati-hati serta waspada soal pengelolaan aset daerah agar masyarakat tak mengalami kerugian.

“Belajar dari pengalaman. Jangan sampai ada lagi aset-aset yang tidak termanfaatkan. Pastikan bahwa setiap aset yang dibangun memiliki manfaat yang jelas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya. (Advertorial/DPRD Kaltim)

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top